Hari Guru Nasional 2020

 

GURU SEJARAH YANG PROFESIONAL
Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses pembelajaran yang ikut
berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia potensial di bidang
pembangunan. Oleh karena itu guru sebagai salah satu unsur di bidang kependidikan
harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga
profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dalam arti
khusus dapat dikatakan bahwa pada setiap diri guru itu terletak tanggung jawab untuk
membawa peserta didik pada suatu kedewasaan atau tarap kematangan tertentu. Dalam
rang ini guru tidak semata – mata sebagai ” pengajar” yang transfer of knowledge, tetapi
juga sebagai ”pendidik” yang transfer of value dan sekaligus sebagai ”pembimbing” yang
memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam belajar. Berkaitan dengan ini
maka sebenarnya guru memiliki peranan yang unik dan sangat kompleks di dalam proses
pembelajaran, dalam usahanya untuk mengantarkan peserta didik ke taraf yang dicita –
citakan. Oleh karena itu juga setiap rencana kegiatan guru harus dapat didudukan dan
dibenarkan semata – mata demi kepentingan peserta didik, sesuai dengan profesi dan
tanggung jawabnya.
A.1. Pengertian
Pengertian profesi memiliki banyak konotasi , salah satu diantaranya tenaga
kependdidikan , termasuk guru. Secara umum profesi diartikan sebagai suatu pekerjaan
yang memerlukan pendidikan lanjut yang dalam aplikasinya menyangkut aspek yang
lebih bersifat mental dari pada yang bersifat manual work. Pekerjaan profesional akan
senantiasa menggunakan teknik dan prosedur yang berpijak pada landasan intelektual
yang harus dipelajari secara sengaja, terencana dan kemudian diperguankan demi
kemaslahatan orang lain.
Seorang pekerja profesional, khususnya guru dapat dibedakan dari seorang
teknisi, karena di samping menguasai sejumlah teknik serta prosedur kerja tertentu,
seorang pekerja profesional juga ditandai adanya informed responsiveness terhadap
implikasi kemasyarakatan dari objek kerjanya. Oleh karenanya guru sebagai seorang
profesional harus memiliki persepsi filosofis dan ketanggapan yang bijaksana dan mantap
dalam dalam menyikapi dan melaksanakan pekerjaannya.
A.2. Kriteria Keguruan sebagai Profesi
Sebagai suatu profesi, keguruan memiliki kompetensi, kode etik dan aturan
persyaratan pengembangan karir ( SK Bersama Mendikbud dan Kepala BAKN No
56786?1989), serta memenuhi syarat kepegawaian ( PP No 38 tahun 1992). Berdasarkan
landasan hukum itulah serta fakta di lapangan, Hamalik ( 2005) meyakini bahwa
keguruan dapat dikatakan profesi karena membutuhkan persiapan atau pendidikan khusus
yang didasari oleh wawasan keilmuan yang mantap dan memiliki etos kerja yang tinggi,
mempunyai etik profesi yang ditentukan oleh organisasi profesi keguruan dan tentunya
sudah mendapat pengakuan dari masyarakat dan negara. Dan oleh karenanya seseorang
jika sudah menempuh pendidikan keguruan, seseorang memiliki hak untuk memperoleh
standar kualifikasi profesional .
Inti dari pekerjaan seorang guru adalah mengajar dan mengajar dikatakan profesi
jika memenuhi beberapa syarat sebagai berikut,
Lebih mementingkan layanan daripada kepentingan pribadi.
Diakui masyarakat sebagai pekerjaan yang mempunyai status profesional dan
dibuktikan dengan adanya dukungan dari masyarakat, mendapat pengesahan dan
perlindungan hukum,
Memiliki spesialisasi dengan latar belakang keilmuan yang luas dan dalam,
sehingga dia dapat dikatakan memperoleh standar kualifikasi profesional.
Merupakan karier yang dibina secara organisatoris, dimana adanya keterikatan di
samping memiliki otonomi dan kode etik jabatan.
Pengertian profesi dengan segala ciri dan persyaratannya tersebut membawa
konsekuensi yang fundamental terhadap program pendidikan, terutama yang berkenaan
dengan komponen tenaga kependidikan. Konsekuensi dimaksud antara lain apa yang
disebut accountability dalam kualifikasi guru profesional yang tandai dengan adanya
kesanggupan menjalankan tugas berlandaskan peraturan yang ditetapkan, tunduk kepada
kode etik yang telah ditetapkan, serta memiliki tanggungjawab terhadap peserta didik,
orang tua, masyarakat dan negara, rekan sejawat dan profesi keguruan.
Empat ciri utama guru Sejarah yang profesional adalah (1) mempunyai komitmen dan
semangat belajar agar mampu memberikan iklim pembelajaran yang kondusif dan
menjadi teladan bagi peserta didik; (2) mengembangkan diri terus menerus secara
intelektual maupun kepribadian agar mampu mencerahkan peserta didiknya; (3)
memeiliki spirit memperkaya ide dan mendesain pembelajaran yang menggairahkan,
sehingga menggugah ktreatifitas dan sikap kritis peserta didik; dan (4)selalu berfokus
pada karakter yang mencerminkan integritas, komitmen, dan kepemimpinan dalam dunia
penddikan.
Apa wujud profesionalisme seorang guru Sejarah dalam proses
pembelajaran di kelasnya ?
Tentu saja untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak sederhana, minimal ada tiga
jawaban esensial. Tiga jawaban dimaksud adalah :
Memiliki kemampuan yang terkait dengan iklim pembelajaran yang di dukung
oleh:
Ketrampilan interpersonal, khususnya kemampuan utnuk menunjukan
empati, penghargaan serta memiliki hubungan baik dengan peserta didik.
Mampu menunjukan minat dan antusiasme yang tinggi dalam mengajar,
sehingga mampu menciptakan atmosfer positif untuktumbuhnya
kerjasama dan kohesivitas dalam dan antar kelompok peserta didik.
Mampu melibatkan peserta didik dalam mengorganisasikan dan
merencanakan kegiatan pembelajaran.
Mampu meminimalkan friksi – friksi di dalam kelas.
Memiliki kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik ( feed back)
dan penguatan ( reinfocement) yang di dukung oleh kemampuan berikut :
Memberikan umpan balik yang possitif terhadap respon peserta didik.
Memberikan respon yang bersifat membantu terhadap peserta didik yang
lamban belajar.
Memberikan tindak lanjut terhadap jawaban peserta didik yang kurang
memuaskan.
Memberikan bantuan profesional kepada peserta didiki jika diperlukan.
memiliki kemampuan yang terkait denga peningkatan diri, yang di dukung oleh
kemampuan sebagai berikut :
Mampu menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif.
Mampu memperluas dan menambah pengetahuan mengenai metode – metode
dan teknik pengajaran.
Mampu memanfaatkan perencanaan guru secara kelompok untuk menciptakan
dan mengembangkan metode pengajaran yang relevan.

Hari Guru Nasional 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas